Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional melalui kegiatan kuliah umum kewirausahaan kembali menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan mahasiswa. Kegiatan bertema “From Campus to CEO: Membangun Mindset Wirausaha Sejak Bangku Kuliah” ini diselenggarakan pada Sabtu (11/10/2025) dan menghadirkan sejumlah praktisi bisnis serta profesional di bidang kewirausahaan dan keuangan.
Kuliah umum ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pola pikir kewirausahaan yang relevan dengan tantangan era digital. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menjadi inovator dan pencipta lapangan kerja yang mandiri dan adaptif.
Kepala UPT Wirausaha Mandiri Universitas Nasional, Dr. Ir. Farida, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan mindset kewirausahaan merupakan kebutuhan penting bagi mahasiswa saat ini. Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah membuka peluang luas bagi generasi muda untuk terjun ke dunia usaha sejak masih di bangku kuliah.
“Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang strategis bagi mahasiswa. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa wirausaha bukan sekadar soal mencari keuntungan, tetapi juga keberanian mengambil peluang dan menciptakan solusi. Dunia kampus dan dunia bisnis kini semakin terhubung,” ungkap Farida.
Baca Juga: Universitas Nasional melalui LLDIKTI Wilayah III Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana di Sumatra
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Legisan Samtafsir, M.Ag., Founder Greatness Consulting. Ia menekankan bahwa jiwa kewirausahaan perlu dibangun sedini mungkin agar mahasiswa siap menghadapi dinamika dunia kerja dan bisnis.
Menurutnya, kunci utama berwirausaha terletak pada pola pikir dan keberanian untuk memulai. “Mahasiswa harus berani bermimpi besar, tidak takut gagal, serta mampu melihat peluang di balik setiap tantangan. Wirausaha tidak selalu dimulai dari modal besar, tetapi dari langkah awal yang sederhana dan konsisten,” jelas Legisan.
Sesi berikutnya diisi oleh Yulyanto, S.E., M.M., M.H., Founder Ayam ASOGU dan CEO EMAZING. Ia menyampaikan bahwa lingkungan kampus merupakan tempat yang ideal untuk mengembangkan ide bisnis dan kreativitas mahasiswa.
“Kampus adalah ruang eksperimen terbaik. Risiko relatif kecil, jejaring tersedia, dan kesempatan belajar sangat luas. Jangan menunggu lulus untuk memulai usaha, karena justru proses belajar paling berharga terjadi saat mencoba,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Yulyanto juga membagikan pengalamannya merintis usaha dari ide sederhana hingga berkembang ke pasar nasional. Ia menyoroti lima pilar utama dalam membangun mindset kewirausahaan, yakni memiliki visi besar, kemampuan memecahkan masalah, memperluas jejaring, bersikap adaptif, serta menjaga disiplin.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai Securities Crowdfunding (SCF) sebagai alternatif pembiayaan usaha. Materi ini disampaikan oleh Aris Kurniawan, Manager PT Amantra Investama Indodana (Visiku). SCF diperkenalkan sebagai skema penggalangan dana berbasis teknologi yang memungkinkan pelaku usaha menghimpun modal dari masyarakat tanpa agunan.
Aris menjelaskan bahwa hingga Juni 2024, ratusan pelaku usaha telah berhasil memanfaatkan SCF dengan total pendanaan mencapai triliunan rupiah. Skema ini dinilai sangat potensial bagi UMKM dan startup untuk memperoleh modal, sekaligus meningkatkan visibilitas dan citra usaha di mata publik dan investor.
Melalui kegiatan kuliah umum ini, mahasiswa Universitas Nasional didorong untuk mengubah cara pandang terhadap masa depan karier mereka. Tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai calon pengusaha muda yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kehadiran para praktisi diharapkan mampu memberikan inspirasi nyata bahwa ide sederhana dapat tumbuh menjadi bisnis yang berdampak luas.